
Tak salah, Jurgen Klopp merekrut Salah dari As Roma ke Liverpool. Sebab sebelum di As Roma, Salah memang selalu tampil dengan performa apik saat di Fiorentina dan Chelsea. Justru dipinjamkannya Salah oleh Chelsea ke Fiorentina adalah merupakan keputusan yang salah. As Roma pun demikian. Klub ibu kota Italia itu kurang cermat dan salah.
Bersama Liverpool, meskipun Salah sering membuat kesalahan, tapi penampilan Salah memukau. Salah terbukti menjadi salah satu pemain tersubur dan mencetak prestasi sebagai top skore EPL tahun ini. Tak hanya itu, striker internasional Mesir ini kian menyapu berbagai deretan rekor. Termasuk juga rekor gol terbanyak Ian Rush dalam satu musim bersama Liverpool.
Pemain bernama lengkap Mohamed Salah ini memecahkan rekor Liverpool yang bertahan selama lebih dari tiga dekade, dengan aksi briliannya saat melawan AS Roma. Penampilan sensasional Salah berlanjut saat the Reds bertemu wakil Serie A Italia tersebut di Anfield pada leg pertama semi-final Liga Champions dengan mencetak dua gol dan menghantarkan Liverpool ke puncak final.
Di final, tidak boleh tidak Salah harus berhadapan dengan raksasa spanyol, Real Madrid. Suatu keberuntungan dan kesempatan besar bagi Salah saat tampil di laga final bergengsi (UCL) tahun ini. Tampil luar biasa gemilang di sepanjang musim ini, justru takdir tak berpihak ke Salah. Salah tak punya banyak kesempatan unjuk kemampuan di final Liga Champions. Salah melakukan hal yang salah meskipun insiden itu bukan murni kesalahan Salah dan masih kontoversial. Salah cedera di babak pertama. Hanya 31 menit, Salah di rumput hijau. Salah sedang berduel berebut bola dengan Ramos, kapten Real Madrid. Sayangnya saat mereka berdua terjatuh, keduanya jatuh dalam posisi yang salah. Malang buat Salah, tangan Salah saat itu terjepit dan terlihat tertiban tubuh besar Ramos.
Akibatnya, Salah diduga mengalami dislokasi bahu kiri. Ditengan lapangan, air mata Salah tak sanggup dibendung dan Salah pun harus menyaksikan pertandingan di ruang ganti.
Insiden tersebut menarik perhatian berbagai pemain senior. Tak mau ketinggalan, dua mantan pemain tim nasional Inggris, Frank Lampard dan Rio Ferdinand. Rio Ferdinand dan Frank Lampard justru tidak berada di posisi Salah.
Ramos melakukan apa yang seorang bek harusnya lakukan. Hasilnya saja yang kurang beruntung dan kebetulan saja Salah jatuh di posisi yang salah. Kata Lampar yang merupakan legenda Chelsea tersebut. (Dilansir BolaSport.com dari Daily Mail)
Mantan bek Manchester United, Rio Ferdinand, juga memiliki pendapat serupa mengenai cideranya Salah. Bagi Ferdinand, bertahannya Ramos tidak salah dan ia tak bermaksud untuk menyalahi Salah. Sekali lagi, hanya saja Salah saja yang jatuhnya salah.
Tak sekedar itu, keluarnya Salah dari kesebelasan berbuah kesalahan-kesalahan baru dikubu Liverpool. Kali ini si penjaga gawang Liverpool, Loris Karius. Karius menjadi sorotan berkat dua kesalahan fatalnya.
Kesalahan pertama kiper asal jerman tersebut terjadi pada menit ke-51 saat umpan lemparannya blunder dan dipotong Karim Benzema. Kemudian, blunder kedua Karius terjadi pada menit ke-83 atau gol ketiga Real Madrid. Karius gagal menangkap dengan sempurna tendangan keras Gareth Bale dari luar kotak penalti.
Seusai laga, Karius mengakui ia membuat kesalahan besar dan meminta maaf kepada seluruh elemen klub yang dibintangi Salah tersebut.
Meski mendapat banyak dukungan dari seluruh rekannya, Karius mengaku masih sangat terpukul dengan kesalahan yang telah dilakukannya. Dan menyadari penampilannya jelek dan dua kali melakukan salah.
Akibat keluarnya Salah di babak pertama dan blunder Karius yang salah, Liverpool harus bertekuk lutut dan menerima kenyataan pahit. Liverpool kalah dengan skor 3-1 dan harus mengakui keperkasaan Real Madrid.
Semoga saja diskripsi ini tidak salah. Sebab bola itu bundar dan dalam permainan, wajar ada menang-kalah. Jatuhnya Salah yang salah pun bukan berarti penyebab utama Liverpool kalah. Sebab kalah bukan berarti salah, dan Salah menyadari bahwa dirinya dan ramos sama-sama salah dan baginya jalannya pertandingan tak ada yang salah.
Maskuning Kulon, 27 Mei 2018